Rabu, 18 Januari 2017

10 Cara Membuat Judul Skripsi

Hari ini aku mau share nih tentang bagaimana cara membuat judul skripsi. Ini pengalaman admin yang sempat kesusahan menemukan judul skripsi yang tepat. Kenapa bingung? Admin itu jurusannya itu Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. Dan yang membuat admin galau segalau-galaunya adalah......meskipun jurusannya ada unsur kata pendidikannya tapi dijurusan admin nggak boleh Penelitian Tindakan Kelas alias PTK. Padahal admin pengen banget meneliti siswa dengan metode yang admin ciptakan sendiri. Tapi ya sudah mau bagaimana lagi, Ketua Jurusan sudah mengatakan tidak. Buru-buru admin mencari ide judul skripsi deh. Ini merupakan beberapa cara yang bisa membantu kamu menemukan judul Skripsi.

Beberapa Cara Membuat Judul Skripsi:
1) Sering-seringlah datang ke perpustakaan jurusan atau perpustakaan pusat yang ada di univ mu. Baca skripsi dari kakak kelas yang sudah lulus, Luangkan waktumu sejenak untuk sekedah baca-baca judul. Kalau ada yang fix sesuai sama keinginanmu, langsung baca isinya. Kamu tinggal mengganti sedikit judulnya dan studi kasusnya. Misal nih judul dari kakak kelas kamu : Analisis Sisem Informasi dan Registri Training Berbasis Web pada PT.XYZ. Nah tinggal kamu ganti sedikit menjadi : Analisis Sistem Informasi dan Registrasi Pendaftaran Mahasiswa Baru pada Universitas A. Kalau kamu masih kurang jangan lupa kamu ke perpustakaan dari univ lain ya untuk mecari refrensinya

2) Sering-seringlah browsing judul-judul yang ada di internet. Banyak sekali judul skripsi yang bertebaran. Cari sesuai kata kunci yang kamu inginkan dan ganti sedikit judulnya. Ingat jangan sama persis. Minimal studi kasusnya yang harus dibedakan. Dan jangan lupa dipikir dulu kedepannya kalau kamu memilih judul. Sesuai atau nggak sama kemampuan kamu. Takutnya malah kamunya nggak bisa dan malah harus ganti judul , kan jadinya susah. Soalnya admin juga mikir anjang kalau mau bikin judul skripsi. Takutnya nggak kuat.

3) Baca juga jurnal. Biasanya kalau mau ngajuin judul juga harus menyertakan jurnal, Kamu bisa cari referensi lewat jurnal. Jangan lupa baca juga jurnal internasional.Sembari baca jurnal kamu juga bisa dapat judul kok. Jadi kamu bisa ambil topik dari jurnal yang kamu baca.

4) Berpikirlah masalah yang ada disekitarmu. Bisa jadi itu bisa buat bahan judul skripsi. Misalnya nih ya! kamu pengen beli hape yang harganya agak murah tapi spesifikasinya bagus. Nah kamu bingung kan mau pilih yang mana. Dari masalah tersebut bisa dibuat judul skripsi. Misalnya : Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Handphone dengan Menggunakan Metode AHP . So jadi jangan lupakan masalah yang ada sekitarmu.

5) Sharing dengan temanmu. Jangan lupakan kekuatan teman. Terkadang mereka bisa memancing ide-ide dari celotehannya. Misal kamu tanya judulnya dia apa, nah disitu pasti kamu mendapatkan refrensi lagi. Dan kalau dia memang teman baikmu biasanya dia akan mencoba mencarikan refrensi judul skripsi :)

6) Observasi di beberapa tempat. Kamu bisa mewawancarai tempat yang ingin kamu jadikan studi kasus. Misal nih ya kamu ingin studi kasusnya di sebuah tempat pengrajin kain tenun yang ada di daerahmu. Nah kamu wawancara apa yang masih menjadi masalah yang ada. Misalnya : Decision Support System (DSS) Pemilihan Jenis Benang untuk Penentu Kuwalitas Kain Tenun

7) Jangan lupa tanya kakak kelas. Kalau kalian punya kenalan kakak kelas nih ya, mereka bisa memberikan saran yang sangat berguna untuk kamu dalam penentuan judul karena mereka yang sudah pernah mengalami skripsi lebih dulu ketimbang kamu.

8) Teruslah berdoa dan berusaha. Bisa saja kamu mendapatkan ilham saat kamu sedang sholat atau berdoa. Jangan lupakan ibadah

9) Minta pendapat pada dosen. Terkadang dosen memiliki beberapa masalah yang bisa dijadikan refrensi. Atau malah kamu disuruh ikut membantu untuk masalah disertasinya. Mungkin saja kan.

10) Minta restu orang tua. Ingat orang tua.

Nah itu dia sedikit informasi yang bisa dijadikan refrensi cara membuat judul. Ini admin agak menjurus ke TIK ya karena admin emang jurusannya itu. Maaf kalau ada yang agak sedikit ngawur hehehe. Semoga bermanfaat. :)

Kamis, 17 November 2016

Pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Kesatrian 1 Semarang

Hay hay hay

Apa kabar semuanya, kali ini aku akan berbagi pengalaman nih seputar PPL di SMP KEsatrian 1 Semarang. Oke langsung aja ya

Aku penerjunan sekitar tanggal 27 Juli 2016 dimulai sekitar jam 08.30 WIB dan disambut baik sekali oleh pihak SMP Kesatrian 1. Waktu itu tempatnya di Aula SMP dan dihadiri oleh Koordinator Dosen Pembimbing, Kepala Sekolah, Koordinator Guru Pamong, Wakasek, dan beberapa guru. Berlangsung sekitar satu jam lebih dan diakhiri dengan suka cita karena mulai praktiknya baru mulai tanggal 1 Agustus 2016. Yeeeey. Eits, tapi belum langsung pulang karena kita ditunjukin  tempat basecamp buat kita PPL. Bertempat di kelas 8G karena kelas itu sudah tidak terpakai. Tapi masih ada fasilitas AC dan ada CCTV-nya juga.

1 Agustus 2016, sekitar jam 06.30 WIB, kita semua sudah kumpul di SMP kesatrian. Sebenarnya sih nggak harus jam segitu yang penting itu berangkatnya jangan sampai pas bel masuk. Jaga image juga sih sebenernya. Setelah sampai kita semua berkumpul di loby untuk salaman dengan semua murid murid. Setelah semua murid masuk dan bel pelajaran sudah mulai, semuanya bersiap untuk upacara. Biasalah kita akan dikenalkan ke semua murid murid. Dan hari pertama pun dimulai.

Sebenarnya ketentuan dari UNNES itu Observasi selama 2 minggu di sekolah, Langsung aja hubungi guru pamong yang bersangkutan untuk ketentuan lebih jelasnya, Tapi kalau disini itu tergantng dari gurunya. Kalau gurunya mintanya observasi selama sehari ya harus manut. Ada temanku yang observasi hanya sekali, ada yang dua kali, ada yang seminggu, dan khusus di jurusanku itu observasi selama 2 minggu sesuai ketentuan UNNES.

Satu guru pamong itu 2 anak dari jurusan yang sama. Jadi kita berdua diberi jatah kelas. Kalau jurusanku yang PTIK, mendapat kelas 8 aja karena kelas 9 biasanya emang udah nggak boleh diambil buat praktek sedangkan kelas 7 sudah kurikulum K13, jadi nggak ada yang namanya pelajaran TIK.

Alhamdulillah  mendapat gumong yang super baik karena kita cuma mendapat jatah 4 kelas aja yaitu kelas A,B,C,D dibagi dua orang. Aku dapat kelas A dan C. Seminggu kita observasi di ruang kelas. Lihat ibuknya ngajar dan mencatat kebiasaan yang ada di dalam kelas. Minggu kedua kita observasi di Lab komputer. Disini labnya itu udah bagus sayang beberapa komputer ada yang g bisa.

Setelah 2 minggu observasi selanjutnya praktik selama 2 bulan lebih lah. Banyak banget tantangan yang dihadapi.  Dari murid bandel lah, murid terlalu cuek lah, murid tidak exited lah, murid nakal lah dan banyak banget. Disini terkenal anaknya yang agak susah diem. Tapi kalau udah didekati anaknya asik  kok.

Tapi paling seneng itu mengajar di lab karena muridnya kalau rame ya sekitar praktek TIK, tapi kalau di kelas itu kadang banyak yang tidak mendengarkan. Mungkin akunya kali ya yang kurang bisa menguasai kelas, Lagipula disini terkadang aku mengajar sama temenku jadi ngajar berdua dan tidak melului sendiri.

Pengalaman yang nggak bakal aku lupain seputar kenakalan murid disana. Aku pernah kesiram air. Bukan maksud murid sana sih sebenernya, cuma kecelakaan yang menyebabkan basah kuyub. Untung saja aku ngekos sekitar situ jadinya bisa pulang, untunglah bisa diselesaikan dengan baik.



Semoga bermanfaat 

Kamis, 19 Mei 2016

Jumat, 26 Februari 2016

Pengalaman magang di PLN

Hello World!!
Gue mau sharing nih tentang pengalaman gue magang di PLN. Terutama di PLN area Kudus. Mana nih yang anak Kudus. Gue sharing karena pas banget hari ini gue udah penarikan. Jadi udah mau pulang ke kampus tercinta. Aslinya gue itu orang Jepara yang kuliah di Semarang dan magang di Kudus. Haduh ribet.

Sebenernya magang di PLN itu enak-enak aja sih. Orangnya baik-baik. Dan jangan lupa untuk selalu bertanya kalau nggak tau. Itu pesan dari bapak Ryan Permana selaku Asisten Manager. Kelompok gue di protes gara-gara kurang protektif. Gue ini jurusan IT. Jadi disini gue buat aplikasi absen kepegawaian nih.

Kalau kamu anak IT kamu bakal masuk ke divisi Perencanaan. Nah disini masuknya itu jam setengah 8. Pulang jam setengah 5. Setiap jumat ada senam pagi dan pulang lebih awal yaitu jam 3. Setiap senin pagi itu ada CoC setiap divisi. CoC itu singkatan dari Code of Conduct. Artiin sendiri ya. Nah di Divisi gue itu ada CoC sendiri khusus divisi perencanaan setiap Selasa pagi. Awal-awal gue dan temen2 gue dikenalin sama seluruh karyawan divisi perencanaan.

Disini sebenernya banyak nganggurnya sih. Jadi usahakan inisiatif ya. Kalau nggak silahkan menganggur. Disini disediakan internet gratis. Tapi jangan sampai buka macam-macam ya. Soalnya bisa dimonitoring loh. Hehehehehe

Diruangan gue itu terdiri 3 orang. Yaitu ada Pak Agus, Mas Aan, dan Mas Ibad. Itu bukan nama asli semua sih. Kebanyakan nama panggilan.  Mereka semua baik, tapi yang paling lucu itu Mas Ibad dan Mas Aan.

Bakalan kangen. ......

Gue dapat nilai total 86,1
 Alhamdulillah

Selasa, 23 Februari 2016

My Desain part 9

Ketemu lagi di hari rabu yang ceria ini. Hari ini gue masih magang nih di PLN kudus. Sembari magang disela waktu jeda gue sempetin bahas desain deh. Ok



Nah ini koleksi kebaya yang terakhir. Agak dimodifikasi dengan gaun. Bagian lengannya agak seperti model gaun dari Cinderella. Atasnya memiliki ekor panjang dengan detail batik pada bagian ujung bawah. Jangan lupa di rempel. Terus bawahannya memakai batik biasa. Gue suka banget pakai gaun ini soalnya kelihatan beda dan anggun.



Nggak cuma orang aja yang prewed, barbie gue juga prewed loh. Ini dia Greensa dan Eric. Semoga mereka berbahagia....... :D
Nah selesai sudah My Desain. Ini yang terakhir. Sekarang gue lagi nggak punya desain lagi. Bye bye....



ASKA (Cerita ketigabelas)

Dream Prince


“Sekarang kalian lari dan sembunyi sebelum ada yang menemukan kalian.” Kata guru biologi gue di sebuah kelas dengan nuansa pink mencekam.
“Iya pak” Gue langsung mengiyakan dan lari secepat kilat dengan menggandeng Sinta temen gue.
Kita berlari tanpa arah tujuan yang jelas. Yang penting saat itu perasaan gue takut banget. Rasanya gue kayak mau dikejar sama Zombie. Dan akhirnya gue dan Sinta menemuan tempat persembunyian. Di sebuah gedung kosong dan didalam kamar mandinya yang penuh dengan noda darah. Gue terengah-engah capek berlari.
“Kita aman kan disini?” Tanya Sinta.
“Pasti aman Sin, kita udah berlari jauh tanpa ada yang mengikuti. Gue yakin disini aman” Jawab gue.
BRAAKKK!!!
Pintu kamar mandi terbuka. Terlihat seorang lelaki dengan pakain kaos biasa berkeringat seluruh tubuh. Dia juga terengah-engah. Matanya yang tajam membuat gue nggak bisa lupain pandangannya. Tubuhnya tinggi dan berisi.
“Akhirnya gue nemuin loe”
Gue pun terbangun dari mimpi. Ternyata cuman mimpi. Tapi gue nggak bisa ngelupain wajah orang yang berhasil nemuin gue. Dari tatapannya, tubuhnya, semuanya. Gue jatuh cinta dengan orang itu.
****
Cinta terkadang rumit namun menyenangkan. Ah gue udah seperti pujangga aja. Meski nih gue udah berusaha sekuat tenaga buat nggak jatuh cinta, nyatanya hati ini masih bergejolak bila menemui sang cinta.
Asal kalian tau, sekarang gue udah SMA. Gue udah ninggalin kenangan menyakitkan tentang Ical waktu SMP. Yup, Ical membuat gue males jatuh cinta. Dari kejadian itu gue nggak berhubungan sama Ical lagi sampai gue lulus. Akhirnya...
Dan asal loe tau ternyata gue juga se-SMA sama Ical. Gue mau ngelupain malah dia nongol juga. Padahal gue udah milih SMA yang deket sama rumah gue. Tapi mau gimana lagi. Semuanya udah terjadi. Yang penting adalah gue nggak sekelas sama dia.  Bukannya gue benci sama dia atau bagaimana. Tapi gue takut kalau gue jatuh cinta sama dia lagi.
Dan disini gue udah nemuin teman baru. Namanya Santi. Sebenarnya dia itu udah se SD sama gue, se SMP sama gue juga dan sekarang se SMA sama gue. Tapi kita nggak pernah deket. Apalagi jaman SMP kita nggak pernah sekelas. Jadi deh kita berteman kelas satu SMA.
“Eh loe tau, tadi malem gue mimpi sama loe lagi dikejar seseorang. Dan orang itu cakep banget. Gue pengen deh ketemu dia. Dia itu seperti pangeran dalam mimpi gue.”
“Loe nggak usah kebanyakan mimpi Ka, namanya mimpi ya tetep aja mimpi. Loe nggak mungkin nemuin orang itu dalam kehidupan nyata.”
“Tapi tetep aja San gue masih ngarepin dia. Siapa tau kan gue nemu orang itu dijalannan apa dimana gitu.”
“Orgil baru iya. Huuu”
Gue melamun membayangkan mimpi tadi malam. Gue masih ingat banget wajahnya, tatapannya, tubuhnya dan cara bicaranya. Gue ingin kembali ke mimpi itu. Ini pertama kalinya gue nggak mikirin orang bernama Ical sepanjang hidup gue. Ok gue jujur kalau gue ini terkadang masih mikirin Ical sampai gue lulus SMP. Tapi tidak dengan sekarang. Gue udah memiliki dream prince.
“San... itu orangnya. Itu dia orang yang ada didalam mimpi gue.” Kata gue terperanjat setelah melihat orang yang mirip di mimpi gue. Dia memakai seragam sekolah gue, jadi bisa dipastikan dia kakak kelas.
“Mana sih. Ngaco lu. Paling juga lu berhalusinansi.”
“Nggak San, itu tuh yang barusan lewat. Yang berdua. Yang sebelah kiri. Yang tinggi. Yang item manis. ”
Santi melihat dengan sesama lewat jendela. Dia mengangguk-angguk. Seakan dia tau orang mana yang gue maksud. Dia meoleh gue lagi sambil mengacungkan 2 jempolnya keatas. Gue bingung. Dia kembali duduk di singgasananya.
“Selera loe jempolan Ka. Beneran dia cakep banget. Manly banget Ka. Gue jadi love at first sight.” Gue timpuk kepala Santi. Gila aja punya gue mau diembat. Ngimpi dulu harusnya.
“Ngimpi dulu San. Itu kan cowok dalam mimpi gue. Dia pangeran gue. Jadi dia punya gue” Solot gue.
“Kata loe kan dalam mimpi dia nemuin kita berdua, berarti dia milik gue juga dong Ka. Meski itu mimpi loe.”
“Iya juga sih. Ah yaudah deh. Gue harus tau siapa namanya dan dia dari kelas mana”
Rasanya gue udah menjadi detective conan. Gimana enggak. Gue aja sengaja nungguin dia biar dia lewat kelas gue, setelah itu gue pura-pura simpangan dan ngelirik nametag nya. Agak sableng emang. Orang yang disekitar juga tau kalau gue ngelirik tuh orang. Nggak papa, yang penting tau namanya.
“Namanya Sudarmaji”
“Masa’. Nama sama muka nggak sinkron.”
“Yee mana gue tau San. Gue ngeliriknya gitu.”
“Yaudah mending kita cek aja daftar kakak kelas aja. Ribet amat.”
Gue setuju sama Santi. Ada beberapa perbedaan antara gue dan Santi. Ada yang bilang aslinya gue lebih pinter daripada Santi tapi sayangnya katanya gue itu males. Yup bener banget kalau gue itu males. Terutama segala sesuatu yang ribet-ribet. Dan Santi itu pinter karena rajin. Itu juga bener karena gue aja pinjem catatan dia mulu soalnya males nyatet. Jadi intinya lebih pinter Santi.
Setelah beberapa saat gue dan Santi mencari nama kakak kelas dengan awalan huruf SU. Dan setelah diteliti ada dua nama yang bertengger. Yang satu Sudrajad, dan yang kedua Surya.
“Nggak ada yang namanya Sudarmaji keles.” Kata Santi.
“Berarti gue salah lihat. Tapi yakin deh kalau tadi gue lihat nama awalnya itu Su. Menurut gue sih yang bener itu namanya Sudrajad. Coba deh perhatiin. Sudrajad, Sudarmaji. Hampir mirip kan? Apalagi nama Sudrajad kan agak kelihatan bangsawan-bangsawan gitu. Coba kamu searching dengan nama aslinya di facebook.”
Jaman dulu emang masih ngetrend yang namanya facebook. Dari facebook kita bisa ngepoin apa aja yang kita inginkan. Nah terbukti aslinya iu gue pinter kalau gue berusaha. Hehehehe.
“Nah Itu tuh facebooknya. Wajahnya kelihatan keren banget disitu. Tapi San” Kata gue terhenti.
“Ada apa emang?”
“Nama facebooknya kok gitu ya?”
“Gitu gimana?”
“Sudrajadd qliquerss. Agak alay gitu tau nggak. Ah tapi nggak papa deh. Demi cinta sang pangeran mimpi gue. Apapun akan gue perjuangin. Gue harus tau rumahnya hahahahaha” Tawa gue udah kayak mak lampir aja.
Dan bener akhirnya setelah pulang sekolah dengan dianterin Santi dan dapat informasi sana sini akhirnya gue nemuin rumah dari pangern gue. Dia memiliki rumah yang kategori menengh keatas. Dia memiliki sebuah toko serba ada dan jualan jus. Gue bingung kalau ketokonya mau beli apa. Padahal sang pangeran ada di singgasana kursi toko. Yaudah deh gue beli jus aja.
Disitu ada ibu-ibu yang gue duga adalah ibu dari sang pangeran gue. Orangnya cantik tapi agak pendek.Setelah gue pesan 2 gelas jus jambu tiba-tiba pangeran gue datang sambil garuk-garuk perutnya. Agak jijik si sebenernya, tapi nggak masalah. Bodo amat, yang penting gue masih cinta.
“Mah, aku jus jambu dong satu” Katanya.
Kalau gue nggak menahan diri gue bakal cubit pipinya sambil berkata “ouw so cute...”. Emez pokoknya. Mukanya kelihatan banget polos meski aslinya gue nggak tau aslinya dia itu seperti apa. Semoga aja jangan sampai dia punya pacar yang bisa berakibat labrakan ketiga. Udah kenyang sama yang namanya labrakan. Apalagi kalau itu bukan salah gue.
Perjalanan sore itu hanya berakhir setelah dia mendapatkan jus kesukaannya. Meski gue harus merelakan dia pergi, gue tetep tersenyum soalnya gue bisa pedekate sama Mamahnya dulu. Yess.....
Dari situ gue mulai yang namanya curi pandang-curi pandang ke pangeran gue. Gue yakin kalau mimpi gue pertanda gue bakal sama dia. Nggak lama berselang Santi sudah nggak bernafsu sama pangeran gue. Gue semakin senang. Pernah suatu kali gue disapa. Uh gue udah jingkrak-jingkrak nggak karuan.

Tapi kesenangan gue itu hanya bertahan 7 bulan. Kenapa? Dia harus keluar dasi sekolah. Dia harus lulus. Dia harus melebarkan sayapnya didunia pendidikan. Gue sedih, karena dia berhasil keluar dari pandangan gue. 
Kabar terakhir yang gue dapet setelah setahun, pangeran gue diem aja dirumah nggak ngapa-ngapain. Cuma jaga toko sambil jualan jus gara-gara dia mau masuk akademi kepolisian tapi nggak masuk-masuk. Semoga dia dapat kesempatan deh. Tapi yah gitu. Cinta datang silih berganti. Gue jadi nggak begitu tertarik sama dia. Gara-gara nggak pernah ketemu.